FlexLabs Insight

Cara Membuat Tech Portofolio

Setuju gak sih kalau portofolio speaks louder than your CV as a designer? Khususnya di zaman digital yang serba visual, recruiter pastinya ingin melihat produk nyata dari apa yang kamu sebutkan di CV untuk menjamin proses rekrutmen yang lebih efisien. Maka dari itu, penting bagi kamu untuk menyusun portfolio yang mumpuni supaya bisa stand-out dari kandidat lainnya dan lolos di perusahan pilihanmu, terutama kalau kamu ingin berkarir di bidang UI/UX Design.

Yang pertama adalah memprioritaskan kualitas di atas kuantitas. Mungkin kamu sudah memiliki pengalaman design selama bertahun-tahun sejak di bangku sekolah, kuliah, sampai bekerja sekarang. Namun, pilihlah karya-karya terbaik yang relevan dengan kebutuhan industri pada saat kamu melamar kerja. Ini membawa kita ke poin yang kedua: memilih karya sesuai dengan target audiencenya. Setiap perusahaan memiliki value dan goal yang berbeda kendati berdiri di area bisnis yang sama. Karena itulah kamu harus mengkurasi karya-karyamu sesuai dengan role dan area fokus dari perusahaan tersebut.

Selanjutnya, kamu sangat disarankan untuk menunjukkan proses kerja dari produk yang kamu buat, karena recruiter ingin melihat thinking process, decision-making, problem solving skills, dan bagaimana kamu menghubungkan research dengan produk yang kamu ciptakan. Caranya bisa dengan menjabarkan problem yang kamu temui, teknik yang kamu pakai, tantangan yang kamu alami, dan rationale dari decision-making mu. Dengan menunjukkan proses yang jujur, recruiter bisa melihat passion dan purpose kamu terhadap pekerjaan yang kamu lakukan dan menilai penyikapan kamu saat dihadapkan dengan masalah sampai pada akhirnya usahamu membuahkan hasil.

Last but not least, kamu juga harus menyisipkan elemen personal branding baik itu dari design style yang khas atau prinsip yang kamu pegang saat menciptakan produk digital. Misalnya, sebagai designer, kamu  berfokus untuk menciptakan produk yang berdampak di secara sosial dan ekonomi. Lebih dari produknya, orang-orang ingin mendengar cerita di balik inovasimu. Makanya, kamu harus pintar storytelling melalui portofolio yang kamu susun untuk menonjolkan Unique Selling Point atau USP kamu.

Nah, menurutmu apalagi poin penting yang harus diperhatikan saat menyusun portofolio design? Komen di bawah ini ya!
Dunia sedang mengalami kelaparan talenta, dan AI adalah bumbunya. Pertanyaannya, kita bisa cari bahan utamanya dari mana?

Menurut laporan IBM Global AI Adoption Index, hambatan nomor satu bagi perusahaan dalam mengadopsi AI bukanlah teknologinya, melainkan kurangnya tenaga kerja yang punya keterampilan dan keahlian di bidang AI. Di saat permintaan untuk peran berbasis AI melonjak, pelatihan yang tersedia justru berjalan stagnan.

Alhasil, dampaknya adalah bukan sekadar ketinggalan zaman. Laporan dari McKinsey Global Institute memproyeksikan bahwa kesenjangan talenta digital ini dapat menyebabkan perlambatan pemasukan perusahaan secara signifikan. Tanpa tenaga kerja yang cakap AI, produktivitas melambat dan inovasi terhenti.

Kabar baiknya, upaya kolektif mulai bermunculan. Ada inisiatif inisiatif luar biasa seperti komitmen dari perusahaan teknologi raksasa seperti Microsoft melalui program “elevAIte Indonesia” yang menargetkan 1 juta talenta, serta Google AI Essentials untuk literasi digital massal.

Investasi ini sangat krusial, tapi ada satu pertanyaan untuk kalian: bagaimana cara kalian menguasai keahlian teknis yang spesifik agar benar-benar “siap pakai” di industri? Kalian bisa saja memilih jalur tradisional seperti universitas yang memakan waktu bertahun-tahun. Tapi kalau kalian mengedepankan hasil nyata dan waktu yang efisien, FlexLabs jawabannya. Hanya dalam waktu tiga bulan di FlexLabs, kalian bisa belajar software engineering atau UI/UX design dengan kurikulum yang terintegrasi dengan AI, tapi gak bikin kalian jadi budak AI.

Siap mengakselerasi karirmu di era AI dan jadi “bahan utama” yang dicari tech industry? Batch terbaru untuk program UI/UX dan Software Engineering akan segera dibuka, loh!
Follow us for more updates ya!

Share the Post:

Artikel Terkait

Fill out the form below, and we will be in touch shortly.